Kelompok 1

Kelompok 1
sumber gambar: static.wixstatic.com

Senin, 30 November 2015

Komunikasi

Sumber: http://kisah-motivasi.com

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. 


Sumber: izeminicho.files.wordpress.com

Ada beberapa hukum dalam komunikasi yaitu :
Hukum #1 Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Contoh : Saat ada orang yang berbicara sebaiknya kita hendak mendengarkan dengan melakukan eye contact . Maka, orang yang sedang berbicara akan merasa dihargai.
Hukum #2 Empathy
Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Contoh : Ketika kita ingin marah kepada seseorang, kita berpikir dan merasakan bahwa kita juga tidak ingin dimarahi oleh orang lain. Kita juga merasakan bahwa jika kita dimarahi itu tidak enak. Itulah yang disebut empathy.
Hukum #3 Audible
Audible yaitu dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik atau dapat dikatakan pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Contoh : Jika kita ingin menyampaikan pesan kepada seseorang, pesan yang disampaikan harus jelas dengan bahasa verbal dan non verbal yang baik agar pesan dapat diserap  oleh pendengar . Pendengar juga akan lebih mau mendengarkan jika pesan yang disampaikan jelas.
Hukum #4 Clarity
Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan tidak menimbulkan multi interpretasi atau tulisan yang berlebihan. Contoh : Ketika kita menyampaikan pesan kepada seseorang, pesan yang disampaikan harus straight to the point.  Pesan tidak bersayap atau dengan kata lain, kita tidak boleh menyampaikan pesan yang membingungkan pendengar sehingga pendengar salah menangkap arti kata-kata yang kita sampaikan.
Hukum #5 Humble
Membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati dalam bahasa pemasarannya “Customer First Attitude” . Contoh : Ketika kita tidak suka melakukan suatu hal tetapi, hal tersebut harus dilakukan maka, kita harus melakukannya. Atau jika kita tidak suka dengan seseorang, kita harus tetap tersenyum dan menunjukkan bahwa kita tidak suka kepada orang tersebut. 
 
Kelima hukum tersebut akan berpengaruh dalam dunia komunikasi.  Di lingkungan mana pun, entah di lingkungan rumah, sekolah, universitas bahwan dalam dunia bisnis, kita harus tetap mengingat dan mempraktekkan kelima hukum tersebut . Dalam dunia kerja atau bisnis, akan ada banyak sekali karakter orang yang berbeda-beda sehingga kita harus bisa beradaptasi dengan baik dan melakukan komunikasi dengan orang banyak sehingga apabila kita sudah mengenal karakteristik dari orang tersebut, kita sudah tahu harus bersikap dan berperilaku seperti apa. Kita harus memikirkan orang lain terlebih dahulu baru memikirkan diri kita sendiri.


Sumber: cdn.theatlantic.com

Setelah dosen tamu menyampaikan pelajaran tersebut, beliau membagi kami dengan beberapa kelompok untuk melakukan tugas presentasi. Ia membagi kami sesuai dengan jurusan masing-masing yaitu kelompok Public Relation, Jurnalistik dan Advertising. Ia memberikan kami slide tentang sebuah stasiun TV di Indonesia. Lalu, ia menyampaikan tugas untuk kelompok advertising terlebih dahulu. Tugas kelompok advertising yaitu dengan membuat suatu program acara dengan melibatkan apa yang disampaikan dari slide tersebut seperti acara ulang tahun atau semacamnya. Yang kedua, tugas untuk kelompok Public Relation adalah membuat press release. Press release tersebut dapat berisi tentang program acara yang dibuat oleh kelompok Advertising. Lalu, untuk kelompok jurnalistik, tugasnya adalah untuk meliput suatu acara dengan membuat sebuah jurnal. Temanya juga dapat diambil dari program acara yang dibentuk oleh kelompok advertising. Setelah beberapa menit berlalu, masing-masing kelompok maju untuk melakukan presentasi. Beliau berkata bahwa apa yang kami buat dan kami presentasikan sudah baik dan benar dan menyarankan agar kami dapat menjadi lebih baik lagi.


Sumber: http://cache.lego.com

Rabu, 11 November 2015

Fotografi

            Dosen tamu yang hadir kali ini adalah seorang dosen fotografi, pengajar di sekolah modeling, dan seorang fotografer yang bernama Didit Anindita. Pembahasan yang dibawakan Bapak Didit Anindita pada kelas Kapita Selekta mengenai lingkup dunia fotografi secara garis besar, kami mahasiswa fikom untar diajari untuk mengetahui bagaimana lingkup dunia kerja pada bidang fotografi, proses pengambilan gambar untuk sebuah pemotretan, serta teknik yang dilakukan untuk membuat suatu perpaduan gambar menjadi satu kesatuan.
            Fotografi sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar atau foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Untuk menghasilkan sebuah hasil karya yang bagus atau menarik ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan gambar yang bagus dan menarik seperti faktor pencahayaan, fotografer dan kamera. Setelah faktor-faktor diatas menjadi satu, seorang fotograferlah yang kemudian menjadi faktor utama untuk menciptakan sebuah seni foto yang bagus dan menarik.
1.                   Faktor yang paling utama adalah faktor pencahayaan, tanpa cahaya atau pencahayaan yang baik akan terlalu sulit untuk menghasilkan hasil karya yang bagus, untuk itu dibutuhkan faktor yang kedua.
2.                   Faktor kedua adalah fotografer, foktor ini juga penting, karena tanpa fotografer proses fotografi tidak akan terjadi. Disini fotografer akan dituntut dan di uji seni atau kreatifitas nya untuk menghasilkan subuah foto yang bagus atau menarik.
3.                   Faktor yang ketiga adalah kamera, tanpa kamera proses fotografi pun tidak  terjadi. Kamera adalah alat pokok pada kegiatan fotografi. Faktor yang terakhir adalah faktor pendukungm seperti lensa cadangan, alat bantu cahaya (lampu flash kamera), reflektor, tripod, dan lain-lainnya.      
            Pada pembahasan mengenai lingkup dunia kerja di bidang fotografi kami diberitahukan bahwa kerja sama tim sangat dibutuhkan dalam kelangsungan pekerjaan ini, sifat individualis sangat menentang pekerjaan ini, karena pada proses pembuatan suatu gambar dalam dunia forografi membutuhkan banyak peranan dari berbagai ahli profesi dari bidang yang berbeda-beda untuk berkumpul menjadi satu kesatuan sehingga dapat menghasilkan sebuah gambar. Profesi yang ikut terlibat dalam pembuatan konsep sebuah gambar fotografi seperti peran makeup artist, fotografer, model, pengarah gaya, desain grafis, dan wardrobe sehingga dapat menjadi satu tim yang dapat menghasilkan sebuah foto.
            Dalam prosesnya peran seorang client yang menggunakan jasa seorang fotografer untuk membuat suatu konsep juga sangat berpengaruh, seorang client biasanya memiliki peran besar karna memiliki modal utama yang dapat menggerakkan seluruh kerja tim. Oleh karena itu permintaan seorang client dalam mengolah sebuah konsep pengambilan ide atau gambar sangat penting. Pekerjaan seorang tim fotografi juga harus disesuaikan dengan keinginan client, tim fotografi tidak boleh keras kepala atau memaksakan idenya, karna dalam pengambilan suatu gambar memang harus disesuaikan keinginan atau permintaan dari client tersebut sehingga hasilnya memiliki nilai tersendiri.
            Ketika menentukan sebuah gambar jugadiperlukan beberapa komposisi yang yang diperhatikan seperti role of third , depth of third, dan Design Grafis  sehingga sebuah gambar dapat menghasilkan sebuah arti tersembunyi yang ingin ditampilkan di balik gambar untuk menyampaikan maksud dari gambar yang ditunjukkan tersebut terhadap stakeholdernya. Role of Third adalah rumus untuk membentuk komposisi gambar dalam satu frame. Dengan membuat objek diposisikan secara horizontal atau vertikal dalam satu gambar. Sedangkan Depth of Thrid merupakan tingkat kejelasan pada gambar atau foto. Dalam pembuatan sebuat foto dibutuhkan editing yang dilakukan oleh seorang desain grafis pula dalam menyempurnakans ebuah gambar untukd apat dijadikan media iklan.
            Dalam pengambilan gambar dijelaskan pula beberapa peran penting yang harus dilakukan oleh fotografer ketika bekerja dengan sebuah tim baik dalam pengambilan foto sebuah cover majalah maupun untuk sebuah iklan makanan yang berbeda-beda tahapannya. Dijelaskan bahwa untuk pengambilan gambar atau foto untuk sebuah iklan atau cover majalah juga memiliki peran penting yang harus diperhatikan dimana berbeda-beda tiap komposisi yang ingin ditonjolkannya, seperti pada cover majalah dibutuhkan sebuah rapat terlebih dahulu dengan tim redaksi majalah dan fotografer untuk menentukan perencanaan setelah terbitan dari edisi majalah sebelumnya, kemudian komposisi untuk ukuran tulisan pada cover majalah juga disesuaikan dengan yang paling menarik minat customer dari majalah tersebut sesuai kategori majalahnya. Untuk sebuah iklan pada foto sebuah makanan juga dibutuhkan peran fotografer dan food stylish untuk emnentukan warna yang cocok dan tepat saat gambar diambil oleh fotografer sehingga dapat menghasilkans ebuah gambar yang menarik perhatian.

            Berikut merupakan pembahasan yang diberikan saat kelas Kapita Selekta dibawakan oleh bapak Didit Anindita yang sangat terbuka dalam memberikan pengetahuan seputar dunianya di bidang fotografi dan membuka pikiran kita para kaum muda untuk lebih aware etrhadap proses pembuatan sebuat gambar sehingga memiliki sebuah arti dan maksud tertentu. Bahwa gambar dapat menjadis ebuah media yang secara tidak langsung berbicara kepada khalayaknya tidka hanya sebuah ilusi mati saja yang menarik untuk dipandang tetapi memiliki sebuah peran dalam mengkomunikasikan sebuah arti dalam satu gambaran utuh.
 Sumber : http://unnes.ac.id/
Sumber : http://www.ilmuwebsite.com/
Didiet S

Pembicara : Didiet S