Kelompok 1

Kelompok 1
sumber gambar: static.wixstatic.com

Senin, 30 November 2015

Komunikasi

Sumber: http://kisah-motivasi.com

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. 


Sumber: izeminicho.files.wordpress.com

Ada beberapa hukum dalam komunikasi yaitu :
Hukum #1 Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Contoh : Saat ada orang yang berbicara sebaiknya kita hendak mendengarkan dengan melakukan eye contact . Maka, orang yang sedang berbicara akan merasa dihargai.
Hukum #2 Empathy
Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Contoh : Ketika kita ingin marah kepada seseorang, kita berpikir dan merasakan bahwa kita juga tidak ingin dimarahi oleh orang lain. Kita juga merasakan bahwa jika kita dimarahi itu tidak enak. Itulah yang disebut empathy.
Hukum #3 Audible
Audible yaitu dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik atau dapat dikatakan pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Contoh : Jika kita ingin menyampaikan pesan kepada seseorang, pesan yang disampaikan harus jelas dengan bahasa verbal dan non verbal yang baik agar pesan dapat diserap  oleh pendengar . Pendengar juga akan lebih mau mendengarkan jika pesan yang disampaikan jelas.
Hukum #4 Clarity
Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan tidak menimbulkan multi interpretasi atau tulisan yang berlebihan. Contoh : Ketika kita menyampaikan pesan kepada seseorang, pesan yang disampaikan harus straight to the point.  Pesan tidak bersayap atau dengan kata lain, kita tidak boleh menyampaikan pesan yang membingungkan pendengar sehingga pendengar salah menangkap arti kata-kata yang kita sampaikan.
Hukum #5 Humble
Membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati dalam bahasa pemasarannya “Customer First Attitude” . Contoh : Ketika kita tidak suka melakukan suatu hal tetapi, hal tersebut harus dilakukan maka, kita harus melakukannya. Atau jika kita tidak suka dengan seseorang, kita harus tetap tersenyum dan menunjukkan bahwa kita tidak suka kepada orang tersebut. 
 
Kelima hukum tersebut akan berpengaruh dalam dunia komunikasi.  Di lingkungan mana pun, entah di lingkungan rumah, sekolah, universitas bahwan dalam dunia bisnis, kita harus tetap mengingat dan mempraktekkan kelima hukum tersebut . Dalam dunia kerja atau bisnis, akan ada banyak sekali karakter orang yang berbeda-beda sehingga kita harus bisa beradaptasi dengan baik dan melakukan komunikasi dengan orang banyak sehingga apabila kita sudah mengenal karakteristik dari orang tersebut, kita sudah tahu harus bersikap dan berperilaku seperti apa. Kita harus memikirkan orang lain terlebih dahulu baru memikirkan diri kita sendiri.


Sumber: cdn.theatlantic.com

Setelah dosen tamu menyampaikan pelajaran tersebut, beliau membagi kami dengan beberapa kelompok untuk melakukan tugas presentasi. Ia membagi kami sesuai dengan jurusan masing-masing yaitu kelompok Public Relation, Jurnalistik dan Advertising. Ia memberikan kami slide tentang sebuah stasiun TV di Indonesia. Lalu, ia menyampaikan tugas untuk kelompok advertising terlebih dahulu. Tugas kelompok advertising yaitu dengan membuat suatu program acara dengan melibatkan apa yang disampaikan dari slide tersebut seperti acara ulang tahun atau semacamnya. Yang kedua, tugas untuk kelompok Public Relation adalah membuat press release. Press release tersebut dapat berisi tentang program acara yang dibuat oleh kelompok Advertising. Lalu, untuk kelompok jurnalistik, tugasnya adalah untuk meliput suatu acara dengan membuat sebuah jurnal. Temanya juga dapat diambil dari program acara yang dibentuk oleh kelompok advertising. Setelah beberapa menit berlalu, masing-masing kelompok maju untuk melakukan presentasi. Beliau berkata bahwa apa yang kami buat dan kami presentasikan sudah baik dan benar dan menyarankan agar kami dapat menjadi lebih baik lagi.


Sumber: http://cache.lego.com

Rabu, 11 November 2015

Fotografi

            Dosen tamu yang hadir kali ini adalah seorang dosen fotografi, pengajar di sekolah modeling, dan seorang fotografer yang bernama Didit Anindita. Pembahasan yang dibawakan Bapak Didit Anindita pada kelas Kapita Selekta mengenai lingkup dunia fotografi secara garis besar, kami mahasiswa fikom untar diajari untuk mengetahui bagaimana lingkup dunia kerja pada bidang fotografi, proses pengambilan gambar untuk sebuah pemotretan, serta teknik yang dilakukan untuk membuat suatu perpaduan gambar menjadi satu kesatuan.
            Fotografi sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar atau foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Untuk menghasilkan sebuah hasil karya yang bagus atau menarik ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan gambar yang bagus dan menarik seperti faktor pencahayaan, fotografer dan kamera. Setelah faktor-faktor diatas menjadi satu, seorang fotograferlah yang kemudian menjadi faktor utama untuk menciptakan sebuah seni foto yang bagus dan menarik.
1.                   Faktor yang paling utama adalah faktor pencahayaan, tanpa cahaya atau pencahayaan yang baik akan terlalu sulit untuk menghasilkan hasil karya yang bagus, untuk itu dibutuhkan faktor yang kedua.
2.                   Faktor kedua adalah fotografer, foktor ini juga penting, karena tanpa fotografer proses fotografi tidak akan terjadi. Disini fotografer akan dituntut dan di uji seni atau kreatifitas nya untuk menghasilkan subuah foto yang bagus atau menarik.
3.                   Faktor yang ketiga adalah kamera, tanpa kamera proses fotografi pun tidak  terjadi. Kamera adalah alat pokok pada kegiatan fotografi. Faktor yang terakhir adalah faktor pendukungm seperti lensa cadangan, alat bantu cahaya (lampu flash kamera), reflektor, tripod, dan lain-lainnya.      
            Pada pembahasan mengenai lingkup dunia kerja di bidang fotografi kami diberitahukan bahwa kerja sama tim sangat dibutuhkan dalam kelangsungan pekerjaan ini, sifat individualis sangat menentang pekerjaan ini, karena pada proses pembuatan suatu gambar dalam dunia forografi membutuhkan banyak peranan dari berbagai ahli profesi dari bidang yang berbeda-beda untuk berkumpul menjadi satu kesatuan sehingga dapat menghasilkan sebuah gambar. Profesi yang ikut terlibat dalam pembuatan konsep sebuah gambar fotografi seperti peran makeup artist, fotografer, model, pengarah gaya, desain grafis, dan wardrobe sehingga dapat menjadi satu tim yang dapat menghasilkan sebuah foto.
            Dalam prosesnya peran seorang client yang menggunakan jasa seorang fotografer untuk membuat suatu konsep juga sangat berpengaruh, seorang client biasanya memiliki peran besar karna memiliki modal utama yang dapat menggerakkan seluruh kerja tim. Oleh karena itu permintaan seorang client dalam mengolah sebuah konsep pengambilan ide atau gambar sangat penting. Pekerjaan seorang tim fotografi juga harus disesuaikan dengan keinginan client, tim fotografi tidak boleh keras kepala atau memaksakan idenya, karna dalam pengambilan suatu gambar memang harus disesuaikan keinginan atau permintaan dari client tersebut sehingga hasilnya memiliki nilai tersendiri.
            Ketika menentukan sebuah gambar jugadiperlukan beberapa komposisi yang yang diperhatikan seperti role of third , depth of third, dan Design Grafis  sehingga sebuah gambar dapat menghasilkan sebuah arti tersembunyi yang ingin ditampilkan di balik gambar untuk menyampaikan maksud dari gambar yang ditunjukkan tersebut terhadap stakeholdernya. Role of Third adalah rumus untuk membentuk komposisi gambar dalam satu frame. Dengan membuat objek diposisikan secara horizontal atau vertikal dalam satu gambar. Sedangkan Depth of Thrid merupakan tingkat kejelasan pada gambar atau foto. Dalam pembuatan sebuat foto dibutuhkan editing yang dilakukan oleh seorang desain grafis pula dalam menyempurnakans ebuah gambar untukd apat dijadikan media iklan.
            Dalam pengambilan gambar dijelaskan pula beberapa peran penting yang harus dilakukan oleh fotografer ketika bekerja dengan sebuah tim baik dalam pengambilan foto sebuah cover majalah maupun untuk sebuah iklan makanan yang berbeda-beda tahapannya. Dijelaskan bahwa untuk pengambilan gambar atau foto untuk sebuah iklan atau cover majalah juga memiliki peran penting yang harus diperhatikan dimana berbeda-beda tiap komposisi yang ingin ditonjolkannya, seperti pada cover majalah dibutuhkan sebuah rapat terlebih dahulu dengan tim redaksi majalah dan fotografer untuk menentukan perencanaan setelah terbitan dari edisi majalah sebelumnya, kemudian komposisi untuk ukuran tulisan pada cover majalah juga disesuaikan dengan yang paling menarik minat customer dari majalah tersebut sesuai kategori majalahnya. Untuk sebuah iklan pada foto sebuah makanan juga dibutuhkan peran fotografer dan food stylish untuk emnentukan warna yang cocok dan tepat saat gambar diambil oleh fotografer sehingga dapat menghasilkans ebuah gambar yang menarik perhatian.

            Berikut merupakan pembahasan yang diberikan saat kelas Kapita Selekta dibawakan oleh bapak Didit Anindita yang sangat terbuka dalam memberikan pengetahuan seputar dunianya di bidang fotografi dan membuka pikiran kita para kaum muda untuk lebih aware etrhadap proses pembuatan sebuat gambar sehingga memiliki sebuah arti dan maksud tertentu. Bahwa gambar dapat menjadis ebuah media yang secara tidak langsung berbicara kepada khalayaknya tidka hanya sebuah ilusi mati saja yang menarik untuk dipandang tetapi memiliki sebuah peran dalam mengkomunikasikan sebuah arti dalam satu gambaran utuh.
 Sumber : http://unnes.ac.id/
Sumber : http://www.ilmuwebsite.com/
Didiet S

Pembicara : Didiet S

Rabu, 21 Oktober 2015

Liputan Berperspektif Pemberatasan Korupsi



 
Sumber: http://cdn.klimg.com
          Pertemuan pada mata kuliah Kapita Selekta kali ini dibimbing oleh bapak Jimmy Silalahi yang berprofesi sebagai pengajar dan baru diangkat menjadi anggota Dewan Pers. Pertemuan kali ini mahasiswa diajak untuk menyadari betapa perlunya kita lebih sadar dengan pemberitaan mengenai korupsi. Ketidakpedulian akan tindakan korupsi pada generasi muda dapat menghancurkan masa depan bangsa dikemudian hari. Untuk dapat menjadi bangsa yang baik kita sebagai anggota didalamnya harus sadar akan pentingnya sikap bela negara dengan memperjuangkan hak-hak kita sebagai masyarakat. Lorupsi merupakan salah satu tindakan yang patut diberantas, karena korupsi merupakan tindakan yang sangat merugikan bangsa dna negara.
          Korupsi dimulai dari hal-hal kecil yang kita memang anggap remeh pada awalnya, seperti mengambilan pajak saat kita berbelanja di mall atau makan di restoran dan masih banyak hal-hal lainnya. Pajak yang diambil dari kita harusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama bukannya untuk kepentingan oknum-oknum tertentu yang seringkali mengkorupsi uang negara dan akhirnya kitapun ikut dirugikan. Ketika korupsi di negara merajalela sulit untuk menjadikan negara ini menjadi negara yang maju, negara kaya, negara yang mengedepankan generasi muda.
          Media kini seringkali menjadi salah satu perantara yang menginformasikan kita masyarakat segala jenis pemberitaan salah satunya yang paling sering kita dengar adalah pemberitaan mengenai kasus korupsi yang seringkali hilir mudik di layar televisi, radio, surat kabar dan media online. Wartawan yang awalnya bekerja sebagai pencari informasi dan penghasil berita kini seiring berkembangnya jaman malahan makin menurun kualitasnya, hal ini dikarenakan tuntutan untuk selalu menghadirkan pemberitaan yang spektakuler tetapi belum tentu berisi.
          Hal inilah yang membuat wartawan harus lebih waspada, masyarakat kini sudah pintar, sudah dapat membedakan pemberitaan yang baik dan buruk dan sudah pandai memilih media dan pemberitaan. Oleh karena itu wartawan harus lebih baik lagi kinerjanya, seperti yang dikatakan bapak Jimmy bahwa negara bisa maju dari sebuah pemberitaan. Pemberitaan yang berbobot pastinya akan membawa naik baik suatu negara pada skala nasional maupun internasional. Sehingga wartawan harus lebih waspada, walaupun kini sudah terdapat kode etik wartawan tetapi masih banyak wartawan yang melupakan bahwan tidak menghiraukannya. Seorangw artawan yang baik harus teguh berpegang pada kode etik barubah sebua pemberitaan yang dihadirkan wartawan itu punya bobot tinggi.
Yang menjadi dilema jurnalis atau wartawan masa kini :
1.      kecepatan penyampaian berita vs kedalaman berita
2.      kelugasan penulisan vs asas praduga tak bersalah
3.      ruang privat vs ruang publik
4.      belum baca/paham kode etik jurnalistik

          Dari empat hal diatas dapat dijabarkan dari poin pertama yang biasanya terjadi di pemberitaan nusantara di salah satu statisun TV yang meliput sebuah pemberitaan heboh dan mengaku hasil video yang diberikan hasil liputan eksklusif yang ternyata malah diambil dari media sosial. Hal ini membuktikan bahwa stasiun TV tersebut berbohong dan tindakan bohong tersebut telah menghilangkan unsur kedalaman suatu berita, memang inginnya cepat menginformasikan tapi hasilnya tidak akurat.
          Kemudian poin kedua didapati pada beberapa judul pada pemberitaan atau yang seringkali dijadikan healdine sebuah media baik elektronik maupun cetak. Penulisan yang kurang sesuai dengan kode etik jurnalis dan kata-kata yang penggunaannya kurang tepat seringkali dijadikan sengketa karena dapat lulus dari pengamatan editorial sehingga dapat naik cetak bagi kasus yang ada di surat kabar. Hal ini cukup mengecewakan baigamana seringkali terjadi di tanah air kita.
          Poin ketiga membahas mengenai pembeda ruang privat dan ruang publik. Ruang privat intinya berskala kecil jadi anggotanya sedikit, sedangkan ruang publik skalanya besar lokasinya umum dan siapa saja berhak untuk masuk didalamnya. Kasusnya seperti dalam meliput sebuah pemberitaan, saat seseorang yang hendak menjadi target berada dalam ruang publik seperti di mall atau di jalanan umum maka jurnlais punya hak untuk meliput sedangkan saat seorang target itu berada dalam ranah ruang privat seperti di dalam rumah maka jurnalis tidak punya hak untuk melakukan peliputan dalam ruang lingkup tersebut.
          Poin terakhir yaitu keempat seringkali disebut sebagai kesalahan umum dimana permasalahannya ada pada individunya sendiri yang tidak tahu atau tidak mau tahu apa sih kode etik itu padahal profesinya menekankan untuk harus tahu apa itu kode etik dalam menggeluti profesinya.
Sumber: rmol.co
Analisa hadir dari sebuah pemberitaan persoalan masalah korupsi
1. Tidak berimbang
Tidak akurat, tidak melakukan verifikasi
2. Opini menghakimi  
Contoh Berita : Penanganan Dugaan Korupsi APBN Langkat Rp23,7 M Senyap, ‘KPK Harus Periksa Ngogesa Sitepu’”.
“Dugaan Korupsi Rp32,7 M Sudah Dilaporkan ke KPK, ‘Awas, Ngogesa Bisa Bernasib Sama dengan Samsul Arifin”
3. Mencampurkan fakta dan opini
Contoh Berita : “Diduga Terima Suap Rp. 30 Juta.” ; “Jeruji Besi Menanti Kedatangan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk”, “Copot Kajari dan Kapolres Sibolga”.
4    4. Bahasa yang bombastis, kurang memperhatikan dan memperhitungkan dampak pemberitaan
Contoh Berita : “Prett..Kibul Nomor Wahid”; “Kadistamben Kab Oku M Nasir Yazid Diduga Gorok Dana Milyaran Rupiah (www.radarnusantara.com)
      5. Konflik kepentingan. Keterangan sumber berbeda dengan yang dikutip dalam berita
Sumber: realistis.com
          Kesalahan-kesaahan dalam bentuk kesalahan teknis maupun kesalahan dari individunya itu dikarenakan ketidaktelitian dan ketidakmauan untuk maju dalam permasalahan etik. Ketika seseorang lepas dari etika maka hal ituilah yang melepaskan dia dari tindakannya dan perilakunya. Pemberitaan yang semena-mena yang hanya mempedulikan rating atau berita yang dirasa HOT saja. Hal ini membuktikan bahwa pemberitaan seringkali tidak memiliki bobot atau isi. Tidak layak untuk dijadikan bacaan dan malahan seringkali menghadirkan keraguan di ruang publik mempertanyakan kemampuan dari jurnalisme negara kita.

Sumber: prespektifbaru.com
Pembicara:
Jimmy Silalahi
 Anggota Dewan Pers

Rabu, 07 Oktober 2015

Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif, Komunikasi Massa dan Opini Publik

Komunikasi merupakan proses pengalihan informasi dan pemahaman melalui simbol-simbol umum, merupakan suatu proses dimana sebuah sumber mentransmisikan kepada penerima melalui beragam saluran yang bertujuan memotivasi orang untuk bertindak, berubah, mengadopsi, dan mencapai hasil yang dikehendaki.
Adapun fungsi komunikasi bagi komunikator ialah memberikan informasi, mendidik, menghibur, menganjurkan suatu tindakan/persuasi. Sedangkan bagi komunikan ialah memahami informasi, belajar, menikmati serta menerima/menolak anjuran.
Dalam berkomunikasi, kemampuan seseorang dalam menangkap/menerima pesan dipengaruhi oleh:
¡  Pemilihan pengungkapan (selective exposure): kecenderungan hanya memperhatikan pesan-pesan yang konsisten atau sesuai dengan kepentingannya.
¡  Pemilihan perhatian (selective attention): kecenderungan hanya memperhatikan pesan-pesan yang menarik dan sensasional sesuai kebutuhannya.
¡  Pemilihan persepsi (selective perception): kecenderungan hanya bersedia menginterpretasikan pesan-pesan yang konsisten atau sesuai dengan sikap dan keyakinannya.
¡  Pemilihan ingatan (selective retention): kecenderungan hanya mau mengingat kembali pesan-pesan yang sesuai dengan sikap dan keyakinannya.

Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya yang memungkinkan seseorang berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2003:4)
Studi menarik yang dilakukan Albert Mahrabian pada tahun 1971 menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vokal suara, dan 55% dari ekspresi wajah
Komunikasi verbal tidak selalu memiliki makna yang sama, misalnya saja gerakkan anggukan kepala berarti Ya di AS tapi tidak di Bulgaria. Tanda OK dengan ibu jari berarti uang di Perancis, kurang  bermanfaat di Jepang.
Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi dimana pesan disampaikan secara lisan atau tertulis dengan menggunakan bahasa. Komunikasi verbal tidak hanya menyangkut komunikasi lisan atau oral communication (berbicara dan mendengar), tetapi juga komunikasi tertulis atau written communication (menulis dan  membaca).

Dengan demikian dapat disimpulkan: Orang tertarik untuk berkomunikasi jika sesuai dengan keyakinan, kebutuhan dan kepentingannya.

Kunci dasar membangun komunikasi yang efektif
          Ganti kata “Saya, Aku dan Milikku” Dengan Kata “Anda”
          Bila Anda ingin trampil dalam menjalin hubungan dengan manusia, pastikan untuk membuat orang lain merasa penting.


Komunikasi yang Efektif

¡  Persepsi
Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan-pesan yang akan disampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.
¡  Ketepatan
Secara umum audiens mempunyai kerangka berpikir. Agar komunikasi mencapai sasaran, maka seseorang perlu mengekspresikan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam kerangka pikir mereka.
¡  Kredibilitas
Komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa para audiensnya adalah orang yang dapat dipercaya. Dan komunikator harus mempunyai keyakinan akan inti pesan yang akan disampaikan
¡  Pengendalian
Reaksi audiens tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator mengendalikan audiensnya saat melakukan komunikasi
¡  Keharmonisan
Komunikator yang baik akan menjaga hubungan persahabatan yang baik dengan audiensnya

Komunikasi akan efektif apabila terjadi pemahaman yang sama dan merangsang pihak lain untuk berpikir atau melakukan sesuatu.
Komunikasi yang efektif akan membantu mengantisipasi masalah-masalah, membuat keputusan yang tepat, mengkoordinasikan        aliran kerja, mengawasi orang lain, dan mengembangkan hubungan-hubungan
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif
  1. Kredibilitas dan daya tarik komunikator                          
  2. Kemampuan pesan untuk membangkitkan tanggapan
  3. Kemampuan komunikan untuk menerima dan memahami pesan

Evaluasilah selalu, apakah sumber memperoleh :
1.      PERHATIAN KHALAYAK
2.      PEMAHAMAN KHALAYAK
3.      PENERIMAAN KHALAYAK
4.      UNTUK MENIMBULKAN AKSI
5.      DAN/ATAU HASIL-HASIL YANG DIINGINKAN


Misscommunication

Dalam suatu proses komunikasi ada kecenderungan beberapa pesan tidak dapat dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Hal ini disebabkan adanya 4 faktor penghambat komunikasi, yaitu:
¡  Masalah dalam mengembangkan pesan
Keraguan isi pesan, asing dengan situasi yang ada, pertentangan emosi, sulit mengekspresikan ide atau gagasan
¡  Masalah dalam menyampaikan pesan
terkait dengan sarana fisik untuk berkomunikasi
¡  Masalah dalam menerima pesan
Adanya persaingan antara penglihatan dan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu kurang terang, kondisi yang mengganggu konsentrasi audiensi
¡  Masalah dalam menafsirkan pesan
Perbedaan latar belakang, perbedaan penafsiran, perbedaan reaksi emosional

Hambatan komunikasi pada dasarnya terdiri atas tujuh macam gangguan dan rintangan
         Gangguan Teknis
         Gangguan Semantik
         Gangguan Psikologis
         Rintangan fisik atau organik
         Rintangan status
         Rintangan kerangka pikir
         Rintangan budaya.

Hambatan komunikasi bisa memacu adanya konflik.
Tanda-tanda Konflik :
¡  Anggota kelompok enggan berpartisipasi
¡  Komunikasi terjadi sendiri-sendiri
¡  Ketidakpuasan anggota terhadap pencapaian tujuan kelompok
¡  Keinginan anggota untuk melepaskan diri/ keluar dari kelompok

Perlu BERLATIH dan BERLATIH, agar materi pembicaraan (pengungkapan bahasa verbal) & aksentuasi dalam bentuk nonverbal dapat sinergis.  Anda dapat memulainya dari melatih raut muka Anda di kaca dalam kamar mandi.

Teknik Berbicara adalah:
  1. Percaya diri
  2. Layangkan pandangan mata ke komunikan (berganti arah)
  3. Tarik napas, 2-3 kali utk mengurangi ketegangan
  4. Atur volume agar komunikan paling jauh terdengar
  5. Ucapkan kata dengan jelas dan perlahan
  6. Atur irama dan tekanan suara, dan jangan monoton
  7. Hindari stereotip (sindrom EM, AH, ANU, APA tuh, dst)
  8. Baca paragraf yg dianggap penting dari teks tulisan
  9. Siapkan air minum.
  10. Gunakan bahasa tangan utk mengilustrasikan poin verbal.

Kemampuan mendengarkan
    a. Tatap orang yang sedang berbicara
    b. Ikutilah topik si pembicara dan jangan memotong atau
        menyela
    c. Jangan  memberikan saran/nasehat pada kesempatan ini
    d. Simpulkan apa yang baru Anda dengar
    e. Tunjukkan dengan pernyataan bahwa Anda mengerti apa
        yang pembicara rasakan

2. Kemampuan negosiasi
    a. Bedakan antara orang dengan masalahnya
    b. Pusatkan pada pertimbangan baik buruk bukan pada apa
        yang disenangi atau tidak disenangi
    c. Cari dan susun alternatif-alternatif solusi sebagai bahan
        perbandingan
    d. Identifikasi tujuan dari penetapan kriteria

Dalam  komunikasi,  secara umum orang lebih menekankan perhatian pada keterampilan berbicara. Mereka berusaha untuk memperbaiki diri sehingga mampu berbicara dengan lebih baik, baik dalam konteks berbicara antar pribadi, dalam kelompok kecil, maupun dihadapan massa. Sehingga yang terjadi orang terampil berbicara, tetapi kurang terampil dalam menyimak.
Menyimak (Listening) tidak sama dengan mendengar (Hearing).
Manfaatnya menyimak:
-           Dapat informasi penting
-           Hubungan interpersonal lebih obyektif
-           Keputusan tepat
-           Reaksi tepat thd pesan yang diterima
-          Punya Rasional & bersedia
-          Sanggup menunda penilaian
-          Sanggup berikan atensi penuh
-          Sanggup menginterupsi
-          Siap beri stimulasi & feedback

Teknik menyimak
Memperhatikan (attention) > Mendengarkan (hearing) > Memahami (understanding) > Mengingat (remembering) > Mengevaluasi > menanggapi

Pembicara: Dr Ir  H. AMIRUDDIN SALEH, MS