Komunikasi
Efektif, Komunikasi Massa dan Opini Publik
Komunikasi merupakan proses pengalihan informasi dan pemahaman melalui simbol-simbol umum,
merupakan suatu proses dimana sebuah
sumber mentransmisikan kepada penerima melalui beragam saluran yang bertujuan
memotivasi orang untuk bertindak, berubah, mengadopsi, dan mencapai hasil yang
dikehendaki.
Adapun fungsi
komunikasi bagi komunikator ialah memberikan informasi, mendidik, menghibur, menganjurkan
suatu tindakan/persuasi. Sedangkan bagi komunikan ialah memahami informasi,
belajar, menikmati serta menerima/menolak anjuran.
Dalam berkomunikasi,
kemampuan seseorang dalam menangkap/menerima pesan dipengaruhi oleh:
¡
Pemilihan pengungkapan (selective exposure):
kecenderungan hanya memperhatikan pesan-pesan yang konsisten atau sesuai dengan
kepentingannya.
¡
Pemilihan perhatian (selective attention):
kecenderungan hanya memperhatikan pesan-pesan yang menarik dan sensasional
sesuai kebutuhannya.
¡
Pemilihan persepsi (selective perception):
kecenderungan hanya bersedia menginterpretasikan pesan-pesan yang konsisten
atau sesuai dengan sikap dan keyakinannya.
¡
Pemilihan ingatan (selective retention):
kecenderungan hanya mau mengingat kembali pesan-pesan yang sesuai dengan sikap
dan keyakinannya.
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan
sebagainya yang memungkinkan seseorang berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan
Thill, 2003:4)
Studi menarik yang dilakukan Albert Mahrabian
pada tahun 1971 menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang
hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vokal suara, dan 55% dari ekspresi wajah
Komunikasi verbal tidak selalu memiliki makna
yang sama, misalnya saja gerakkan anggukan kepala berarti Ya di AS tapi tidak
di Bulgaria. Tanda OK dengan ibu jari berarti uang di Perancis, kurang bermanfaat di Jepang.
Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi dimana pesan disampaikan secara
lisan atau tertulis dengan menggunakan bahasa. Komunikasi verbal tidak hanya
menyangkut komunikasi lisan atau oral communication (berbicara dan
mendengar), tetapi juga komunikasi tertulis atau written communication
(menulis dan membaca).
Dengan demikian dapat disimpulkan: Orang tertarik untuk berkomunikasi
jika sesuai dengan keyakinan, kebutuhan dan kepentingannya.
Kunci dasar membangun komunikasi yang efektif
•
Ganti kata “Saya, Aku dan
Milikku” Dengan Kata “Anda”
•
Bila Anda ingin trampil
dalam menjalin hubungan dengan manusia, pastikan untuk membuat orang lain
merasa penting.
Komunikasi yang
Efektif
¡ Persepsi
Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan-pesan yang akan
disampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.
¡ Ketepatan
Secara umum audiens mempunyai kerangka berpikir. Agar komunikasi
mencapai sasaran, maka seseorang perlu mengekspresikan sesuatu sesuai dengan
apa yang ada dalam kerangka pikir mereka.
¡ Kredibilitas
Komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa para audiensnya adalah
orang yang dapat dipercaya. Dan komunikator harus mempunyai keyakinan akan inti
pesan yang akan disampaikan
¡ Pengendalian
Reaksi audiens tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator
mengendalikan audiensnya saat melakukan komunikasi
¡ Keharmonisan
Komunikator yang baik akan menjaga hubungan persahabatan yang baik
dengan audiensnya
Komunikasi akan efektif apabila terjadi pemahaman yang sama dan
merangsang pihak lain untuk berpikir atau melakukan sesuatu.
Komunikasi yang efektif akan membantu mengantisipasi masalah-masalah,
membuat keputusan yang tepat, mengkoordinasikan aliran kerja, mengawasi orang lain, dan
mengembangkan hubungan-hubungan
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi yang efektif
- Kredibilitas dan
daya tarik komunikator
- Kemampuan pesan
untuk membangkitkan tanggapan
- Kemampuan komunikan
untuk menerima dan memahami pesan
Evaluasilah selalu, apakah sumber memperoleh :
1.
PERHATIAN KHALAYAK
2.
PEMAHAMAN KHALAYAK
3.
PENERIMAAN KHALAYAK
4.
UNTUK MENIMBULKAN AKSI
5.
DAN/ATAU HASIL-HASIL YANG DIINGINKAN
Misscommunication
Dalam suatu proses komunikasi ada kecenderungan beberapa pesan tidak
dapat dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Hal ini disebabkan adanya 4
faktor penghambat komunikasi, yaitu:
¡ Masalah dalam mengembangkan pesan
Keraguan isi pesan, asing dengan situasi yang ada, pertentangan emosi,
sulit mengekspresikan ide atau gagasan
¡ Masalah dalam menyampaikan pesan
terkait dengan sarana fisik untuk berkomunikasi
¡ Masalah dalam menerima pesan
Adanya persaingan antara penglihatan dan suara, kursi yang tidak
nyaman, lampu kurang terang, kondisi yang mengganggu konsentrasi audiensi
¡ Masalah dalam menafsirkan pesan
Perbedaan latar belakang, perbedaan penafsiran, perbedaan reaksi
emosional
Hambatan komunikasi pada dasarnya terdiri atas tujuh macam gangguan dan
rintangan
–
Gangguan Teknis
–
Gangguan Semantik
–
Gangguan Psikologis
–
Rintangan fisik atau organik
–
Rintangan status
–
Rintangan kerangka pikir
–
Rintangan budaya.
Hambatan komunikasi bisa memacu adanya konflik.
Tanda-tanda Konflik :
¡ Anggota kelompok enggan berpartisipasi
¡ Komunikasi terjadi sendiri-sendiri
¡ Ketidakpuasan anggota terhadap pencapaian tujuan kelompok
¡ Keinginan anggota untuk melepaskan diri/ keluar dari kelompok
Perlu BERLATIH dan BERLATIH, agar materi pembicaraan (pengungkapan
bahasa verbal) & aksentuasi dalam bentuk nonverbal dapat sinergis. Anda dapat memulainya dari melatih raut muka
Anda di kaca dalam kamar mandi.
Teknik Berbicara
adalah:
- Percaya diri
- Layangkan pandangan mata ke komunikan (berganti
arah)
- Tarik napas, 2-3 kali utk mengurangi ketegangan
- Atur volume agar komunikan paling jauh
terdengar
- Ucapkan kata dengan jelas dan perlahan
- Atur irama dan tekanan suara, dan jangan
monoton
- Hindari stereotip (sindrom EM, AH, ANU, APA tuh, dst)
- Baca paragraf yg dianggap penting dari teks
tulisan
- Siapkan air minum.
- Gunakan bahasa tangan utk mengilustrasikan poin
verbal.
Kemampuan
mendengarkan
a.
Tatap orang yang sedang berbicara
b.
Ikutilah topik si pembicara dan jangan memotong atau
menyela
c.
Jangan memberikan saran/nasehat pada
kesempatan ini
d.
Simpulkan apa yang baru Anda dengar
e.
Tunjukkan dengan pernyataan bahwa Anda mengerti apa
yang pembicara rasakan
2. Kemampuan
negosiasi
a.
Bedakan antara orang dengan masalahnya
b.
Pusatkan pada pertimbangan baik buruk bukan pada apa
yang disenangi atau tidak disenangi
c.
Cari dan susun alternatif-alternatif solusi sebagai bahan
perbandingan
d.
Identifikasi tujuan dari penetapan kriteria
Dalam komunikasi,
secara umum orang lebih menekankan perhatian pada keterampilan
berbicara. Mereka berusaha untuk memperbaiki diri sehingga mampu berbicara
dengan lebih baik, baik dalam konteks berbicara antar pribadi, dalam kelompok
kecil, maupun dihadapan massa. Sehingga yang terjadi orang terampil berbicara,
tetapi kurang terampil dalam menyimak.
Menyimak (Listening)
tidak sama dengan mendengar (Hearing).
Manfaatnya menyimak:
-
Dapat
informasi penting
-
Hubungan
interpersonal lebih obyektif
-
Keputusan
tepat
-
Reaksi tepat
thd pesan yang diterima
-
Punya Rasional & bersedia
-
Sanggup menunda penilaian
-
Sanggup berikan atensi penuh
-
Sanggup menginterupsi
-
Siap beri stimulasi & feedback
Teknik menyimak
Memperhatikan (attention) > Mendengarkan (hearing) > Memahami
(understanding) > Mengingat
(remembering) > Mengevaluasi > menanggapi
Pembicara: Dr Ir H. AMIRUDDIN SALEH, MS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar